Update Post :

e-DDC

Ruang Baca

Latihan Mandiri

KLASIFIKASI

21 Okt 2011 18.05


Sebagaimana anda mengetahui, kata dasar perpustakaan adalah pustaka artinnya buku. Buku adalah terbitasn yang berjumlah sedikit-dikitnnya berjumlah 49 halaman tidak termasuk kulit. Koleksi perpus tidak hanya sekedar buku , melainkan juga surat kabar, majalah, bahkan ada beberapa perpustakaan yang memiliki filem serta mikrofim. Semuanya merupakan informasi terekam.

Materi perpustakan juga dikenal dengan nama bahan perpustakaan dan juga bahan pustaka. Materi perpustakaan yang diterima di perpustakaan harus kita golongkan atau kita kelompokan menurut subjeknya. Itu untuk memudahkan pengguna atau pemakai. Untuk pengelompokan materi perpustakaan menggunakan pedoman berupa klasifikasi dan tajuk subjek

Klasigikasi artinua mengelompokan benda atau subjek berdasarkan ciri tertentu yang merupakan bagian dari kehidupan manusia. Klasifikasi berasal dari kata latin classis. Klsifikasi adalah pengelompokan artinua mengumpulkan benda/entitas yang sama ato yang berbeda. Maka secara umum dapat dikatakan bahwa batasan klasifikasi adalah usaha menata alam pengetahuan kedalam tata urutan sistematis.

Klasifikasi yang diterapkan di perpustakaan dieri definisi sebagai penyususan sistematik terhadap buku dan materi perpustakan lain, katalog atau entri indeks berdasarkan subjek, dalam cara paling beguna bagi mereka yang membaca atu mencari iformasi. Dengan kata lain klasifikasi berfungsi ganda:
1. Sebagai gawai penyusunan buku di rak.
Sebagi sarana penysunan di rak mempunyai dua tujuan yaitu :
a. Membantu pemakai mengindentifikasi dan melokalisasi sebuah materi perpustakaan berdasarkan nomer panggil.
b. Mengelompokan semua materi perpustakaan yang sejenis menjadi satu.
2. Sebagai sarana penysunan entri bibliografis dalam katalog tercetak, bibliografi, dan indeks dalam tata susunan sistematis, misal dalam bibliografi nasional indonesia terbitasn perpustakaan nasional disusun menurut klasifikasi Dewey.

Karateristik tertentu untuk mengumpulkan materi perpustakaan menjadi satu. Karateristik pengumpilan berfariasi tergantung pada tajuk koleksi, misalnya materi perpustakaan dapat di kumpulkan menurut nama pengarang, bentuk fisik, tahun terbitan ataupun menurut subjek. Dalam sistem klasifikasi perpustakaan moderen ancangan subjek merupakan sifat domain pengumpulan materi perpustakaan.

Dengan kata lain klasifikasi berarti pembuatan bagian klasifikasi. Dan penerapan bagian klasifikasi tersebut terhasap materi perpustakaan. Orang yang menciptakan/menemukan/berkecimpung dalam teori bagian klasifikasi disebut klasifikasionis, orang yang menerapkan pengklasifikasi.


Media Teknologi Perpustakaan

18.03

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PERPUSTAKAAN

Pendahuluan

Perkembangan perpustakaan saat ini menunjukan bahwa perpustakaan bukan hanya tempa yang menyimpan atau koleksi buku tetapi juga berperan sebagai tempat yang disebut the preservation of knowledge artinya, perpustakaan merupakan tempat mengumpulkan, memelihara, dan mengembangkan semua ilmu pengetahuan/gagasan manusia dari zaman ke zaman.
Secara khusus perpustakaan berfungsi sebagia pengumpulan, pelestarian, pengolahan, pemanfaatan dan penyebaran informasi. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi itu secara efektif isi perpustakaan tidak hanya media cetak seperti bku, refrensi, endiklopedi, akan tetapi juga media non cetak.
Devinisi dan klasifikasi
Perarang perpustakaan telah berkembang tidak hanya mengkoleksi dalam bentuk media cetak akan tetapi juga harus memiliki koleksi yang noncetak. Untuk para pengguna supaya mendapatkan informasi yang lebih dan sesuai apa yang di perlukan para pemakai.

A.DEFINISI MEDIA DAN TEKNOLOGI
Pada umumnya para ahli mendefinisikan tentang media berdasarkan pada komusikasi. Jika di liahat dari asal katanya Media merupakan jamak dari kata medium. Dari bahasa latin yang disebut Antara.
Dari sudut pandang komunikasi medium berarti sesuatu yang menjadi perantara dalam komunikasi. Medium juga dapat sesuatu yang membantu penyampaiaan pesan dari pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan).
Istilah teknologi juga dapat dipandang sebagai produk dan proses. Tek sebagai prosduk berarti perangkat keras (hardware) dan perangkat (software) yang merupakan hasil aplikasi dari proses teknologi. Teknologi berupa produk misalnya proyektor slide, kamera, film, dan sebagainya. Sedangkan teknologi sebagai proses mempunyai arti: aplikasi yang sistematis dari pengetahuan ilmiah untuk melaksanakan tugas yang bersifat praktis. Istilah media teknologi yang digunakan pada modul ini adalah perangkat lunak dan perangkat keras yang memproduk tknologi dan dapat digunakan sebagai perantara dalam pengiriman informasi dan pengethuan dari pengirim sender kepada penerima receiver.
Robert heinich dan kawan-kawan mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber dan penerima informasi.
Sedangkan dalam konteks aktifitas belajar mengajar Dr. Oemar Hamalik (1989) menggunakan definisi media sebagai teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan dan interaksi antar guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Sebuah model yang dikemukakan oleh Claud E. Shannon dan Warren Wweaver (1949) sebagai berikiut:


Didalam model komunikasi ini proses komunikasi dimulai dari pengirim pesan yang memiliki kegiatan untuk mengkomunikasikan pesan atau informasi kepada penerima pesan. Pengirim pesan bersifat umup siapa saja bisa, namun pengirim harus mendesain agar penerima pesan dapat dengan mudah memahaminya. Proses merancang pesan menjadi sistematik ini dinamakan dengan istilah enconding. Setelah proses enconding penerima pesan berusaha memehami isi pesan atau informasi tersebut tentunya melalui media tertentu proses itu dinamakan deconding. Media berperan sebagai perantara bagi pengirim dan pernerima pesan dalam proses pertukaran pesan atau informasi.
Jika anda membaca buku, maka mediumnya yaitu buku. Karena penulis ingin menyampaikan pesan atau informasi melalui sebuah buku.
Jika anda melihat video, penulis naskah sebagai pengirim pesan atau informasi yang ditranmisikan melalui medium video

Pengolahan Bahan Pustaka

18.00

1. FUNGSI LAYANAN PERPUSTAKAAN
Ada dua layanan perpustakaan yaitu:

1. Layanan teknis
2. Layanan pembaca

Yang dimaskud layanan teknik adalah pekerjaan perpustakaan dalam mempersiapkan buku agar nantinya dapat digunakan untuk menyelenggarakan layana baca.
Modul ini menekankan pada pembahasan layanan pembaca, yang meliputi:

1. Layanan dari berbagai jenis perpustakaan.
2. Layanan ruang baca.
3. Layanan sirkulasi bahan pustaka.
4. Layanan rujukan.
5. Layanan abstrak dan indeks.
6. Layanan informasi muktahir. Layanan foto copi.
7. Layanan literature dan sebagainya.

Layanan pembaca pembaca perpustakaan dimaksudkan untuk member jasa pelyanan kepada pembaca, yaitu anggota perpustakaan.
en:Jns pustakaan

1. Perpustakaan umum.
2. Perpustakaan sekolah.
3. Perpustakan perguruan tinggi.
4. Perpustakaan khusus.
5. Perpustakaan nasional.
6. Perpustakaan internasional ( perpustakaan yang diselenggarakan oleh badan-badan internasional missal UNESCO )

Perpustakan umum
Memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tidak membedakan ras, umur, agama, dan sebagainya. Karena itu kondisi perpustakaan umum harus lengkap koleksinya.
Perpustakaan sekolah
Memberikan pelayanan kepada murid, guru, kepala sekolah, dan staf administrasi lainnya. Pustakawan harus bekerja sama dengan guru atau kepala sekolah agar para murid aktif dan mandiri menggunakan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Karena semua itu dapat menambah bahan belajar bagi para murid.

Perpustakaan perguruan tinggi

Memberikan pelayanan kepada seluruh sivitas akademika perguruan tinggi, yang terdiri atas mahasiswa, dosen, peneliti, guru besar, pimpinan, serta seluruh staf administrasi akademik. Layana perpustakaan harus menunjang tridharma pergurauan tinggi.
Perpustakaan khusus
Membeikan pelayanan kepada sekelompok pembaca yang khusus pula dan dalam bidang yang khusus juga. Contoh perpustakaan departemen dan perpustakaan perusahaan, yang dilayani adalah yang bekerja pada departemen dan perusahaan tersebut. Missal perpustakaan bang koleksinya harus merupakan yang berkaitan dengan perbangkan,dll.
Perpustakaan nasional
Fungs utama sebagai deposit, yaitu menyimpan semua bahan publikasi yang pernah ditebitkan di suatu Negara. Kegiatan ini ditunjang oleh undang-undang wajib simpan serah-karya cetak. Fungsi lain sebagai perpustakaan penelitian.

Dari jenis perpustakaan diatas masing-masing melayani anggota yang berbeda. Tetapi pada dasarnya layanan perpustakaan adalah sama yaitu memberikan bantuan kepada pembaca untuk memperoleh bahan pustaka sesuai minat dan perhatian mereka.
Menurut nasution perpustakan adalah pelaynan. Pelayanan berarti kesibukan. Bahan pustaka harus tesedia sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya.
Fungsi perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujjuan perpustakaan itu sendiri.

Fungsi yang lain adalah mengembangkan pendidikan

Tujun perpustakan memberikan pelayanan kepada para pembaca agar bahan pustaka yang di kumpulkan dan diolah sebaik-baiknya itu dapat sampai ke tangan pembaca.

Maksud diadakan pengolahan yaitu untuk mempermudah pencarian bahan pustaka sesuai yang dikehendaki pembaca atau pemakai.
Suatu tanda yang menunjukan profesi adalah kegiatan layanan pustakawan harus meperhatikan kebutuhan pembaca dalam bidamg literature. Perpustakaan menjadi penting jika menyediakan bahan pustaka dengan cepat dan tepat. Agar dapat dilaksanakan dengan baik maka bagi layanan teknik harus mengelola bahan pustaka dengan sebaik-baiknya.

2. LAYANAN RUANG BACA
layanan ruang baca merupakan bagian pokok dalam layanan perpustakaan, selain layanan sirkulasi dan teknis.
Sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, layanan ruang baca dirasakan menjadi penting. Dengan adanya ini interaksi antara pustakawan dan penbacanya dapat berlangsung dengan baik. Dialog dengan petugas perpustakaan jadi baik, sehingga terjadi memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Dr. Moctar Buchori dalam diskusi panel perpustakaan nasional pada tanggal 24 oktober 1992, dalam rangka memperingati 40 tahun pendidikan perpustakaan di Indonesia.

Dalam sjian ruang baca di bagi menjadi:
1. Layanan ruang baca buku rujukan.
Ruangan ini khusus diperuntukan layanan rujukan di perpustakaan. Bahan pustaka merupakan bahan rujukan.
Contoh bahan gelobe dalam ruangan tersebut disediakan gantungan gelobe beserta kursi atau alat lain untuk menggunakannya.
2. Layana ruang baca stusy carrel biasanya berupa meja dan kursi.
Sebuah meja yang ditutup bagian depan dan sampingnya,guna mendapatkan konsentrasi para pembaca. Dilengkapi lampu untuk pencahayaan, stopkontak listrik. Meja yang di perlengkapi seperti itu diseebut wet carrel.
3. Layanan ruang baca berupa meja kelompok.

ruang jenis ini terdapat di berbagai perpustakaan. Guna menampung pembaca di satu tempat.
Memiliki kelemahan dapat saling mengganggu dengan pembaca yang lain. Keunggulannya dapat menghemat ruang,dapat berdiskusi tukar informasi dengan pembaca lain. Dan dapat menumbuhkan motifasi membaca dengan baik karena melihat pembaca yang lain tenang.

4. Fasilitas ruang baca yang baik.
Ruang baca hendaknya dilengkapi dengan fasilitas, missal AC,jendela yang besar untuk sirkulasi udara yang baik. Pencahayaan yang baik tidak kurang dan tidak mengganggu ppembaca. Dianjurkan perpustakaan memiliki pengontrol sinar untuk mengatur tingkat keperluannya.
5. Perluasan ruang baca berupa ruang untuk diskusi.
Ruangan ini merupakan perluasan ruang baca yang di gunakan untuk berdiskusi. Membawa bahn pustaka dengan jumlah tertentu para pembaca berdiskusi bersama. Harus terjadwal dengan topik diskusi yang sudah dipersiapkan.

6. Ruang baca yang berupa ruang kerja bagi pembaca perpustakaan
Suatu ruangan yang disediakan untuk remaja atau anak-anak sesuai tempat mereka bekerja. Pekerjaan menggambar, menempel, menggunting,menyulam dll. Meskipun membutuhkan biaya yang sangat besar namun nilai kegiatan ini juga tinggi. Tentunya perpustakaan menyediakan buku yang cocok untuk prakarya semacam itu.

7. Ruang santai
Bila mungkin dibuatkan ruang ini. Di pergunakan jika pembaca sudah lelah belajar dapat menyegarkan diri kembali. Dengan fasilitas yang nyaman seperti kursi sofa,bacaan ringan,audio video dll.

Cara Meningkatkan Layanan Mutu Perpustakaan

17.59

Upaya untuk meningkatkan mutu layanan tidak boleh di pisahkan dengan kegiatan pustakawan sehari-hari. Bnyak upaya yang dapatdi kerjakan,misalnya:

1. Sikap yang ramah dan penampilan pustakawan yang baik dalam memberikan layanan.


sikap yang ramah adalah faktor dari keberhasilan atau tidak dalam memberikan pelayanan untuk pembaca. Melalui penampila yang baik dan penuh rasa ikhlas memberikan bantuan kepada pembaca akan mendapatkan nilai positif bagi pembaca sehingga pembaca merasakan nyaman. Dan dapat menarik perhatian lebih dari pembaca.


2. Menyediakan brosur tentang kegiatan yang ada di perpustakaan .


Dengan brosur dapat juga meningkatkan mutu pelayanan. Dengan brosur ini pustakawan memberikan informasi kegiatan apa saja yang sudah dan akan di lakukan,dengan kata lain brosur dapat diartikan sebagai iklan. Dalam brosur itu berupa daftar buku yang baru,daftar bibiliografi atau program kegiatan. Tentunya ya membutuhkan dana yang cukup besar untuk itu di siapkan anggaran khusus.


3. Mengadakan berbagai perlombaan. ( lomba membaca,menggambar, membaca puisi dan sebagainya ).


Perlombaan itu dimaksudkan agar para pemakai datang ke perpustakaan Mungkin kalo diundang biasa tidak akan dating api kalo ada perlombaan mungkin berkesan berbeda. Misalkan diadakan perlombaan berpidato, para peserta akan membutuhkan bahan untuk berpidato dan mereka akan mencari dengan membaca di pepustakaan. Selanjutnya disodori formulir keanggotaan tentunya kalo sudah terbiasa dating keperpustakaan.


4. Mengadakan stady tour ke berbagai perpustakaan.


Kegiatan ini dapat di ajukan terjadwal dengan baik, dari perpustakaan satu ke yang lain, mereka dapat menemukan informasi yang lebih. Dengan kegiatan ini juga dapat mengajarkan bagaimana mengadakan penlitian tentang perpustakaan, untuk mendapatkan ide yang baru.


5. Mengundang tokoh masyarakat atau pakar untuk berceramah menceritakan pengalaman mereka dan sebagainya.


Kegiatan ini dilakukan oleh pustakawan dan diatur sedemikian rupa. Pustakawan mengundang berbagai tokoh masyarakat missal penulis yang sukses. Dengan menceritakan di balik kesuksesannya. Bagaimana proses seorang anggota masyarakat sederhana dapat mencapai kesuksesan. Tokoh tersebut menceritakan semua itu tidak lain hanya karena membaca. Hal ini akan memmicu para pendengar cerita dan mendapatkan pengalaman tambahan dari cerita si tokoh tersebut. Bahwa perpustakaan dapat meningkatkan sumberdaya manusia.


6. Membuat kegiatan yang teratur, memetik dari bahan yang dimiliki perpustakaan.


Pustakawan dapat menggali potensi yang ada di perpustakaan. Missal mengadakan seminar di sebuah lingkungan masyarakat. Dan bahan seminar tersebut dari sebuah buku yang dimiliki perpustakaan. Selanjutnya para pembaca dipersilahkan untuk mencari bahan yang terlah di seminarkan atau didiskusikan.


7. Berbagai kegiatan lainnya yang tidak tertulis di atas.

Praktik Aplikasi Komputer

18 Okt 2011 03.33

Tugas aplikasi komputer cds/isis individu pada perpustakaan erlangga
TUGAS PENGOLAHAN KATA
TUGAS PRAKTIK APLIKASI KOMPUTER PENGOLAHAN KATA
TUGAS PRAKTIK PENGOLAHAN KATA
TUGAS PROGRAM APLIKASI WINDOWS
TUGAS MICROSOFT ACCESS 1
TUGAS KELOMPOK CDS/ISIS
TUGAS MICOSOFT EXCEL 2

TUGAS PENGELOMPOKAN JENIS APLIKASI
TUGAS PERSENTASE CDS/ISIS
http://www.mediafire.com/download.php?w3yq5z5kgt4

By : 4stika.blogspot.com

Silahkan dipelajari gan ...

Aplikasi Perpustakaan v1.0 (2010) By Anton

9 Okt 2011 18.16


Kompiler : Framework Xpress 8.0
Plugins : VB .NET
Database : MySQL 5.0 Portable
Lisensi : Freeware / Gratis

Adalah aplikasi khusus untuk perpustakaan dimana lingkup proses yang didukung meliputi pendataan pustaka,
transaksi pinjam, transaksi pengembalian dan pelaporan.

Informasi Aplikasi
  • Nama: Aplikasi Perpustakaan
  • Versi: 1.0
  • Lisensi: Gratis
  • Framework Xpress: 8.0
  • Plugins: VB .NET
  • Database: MySQL 5.0
  • Bahasa: English, Indonesia
  • Login: User: herman, Password: kembar
Deskripsi: Adalah aplikasi khusus untuk perpustakaan dimana lingkup proses yang didukung meliputi pendataan pustaka, transaksi pinjam, transaksi pengembalian dan pelaporan. Aplikasi ini mengunakan database MySQL 5.0 portable sehingga memerlukan installasi dan Insya’Allah tidak crash jika anda sudah menginstall MySQL versi lainnya.
Fitur Aplikasi
  • Pendataan Pustaka
  • Pendataan Katalog
  • Pendataan Anggota
  • Pendataan Publisher
  • Pendataan Penulis
  • Transaksi Pinjam Pustaka
  • Transaksi Pengembalian Pustaka
  • Statistik Peminjam Terbanyak
  • Statistik Pustaka Terfavorit
  • Laporan Pendapatan: Harian, Bulanan, Tahunan
Contoh Tampilan
Kebutuhan Sistem
  • Windows XP atau versi yang lebih baru
  • Memory (RAM) 512 MB
  • Processor Celeron D 1.8Ghz atau yang lebih tinggi
  • Ruang kosong untuk aplikasi +- 28.5 MB
DOWNLOAD

Software Library Like

17.29


Kami posting kembali tentang software perpustakaan , Program perpustakaan .
Marak-maraknya program otomasi Pengolahan Bahan Pustaka yang free , kami tak akan melupakan untuk saling berbagi software . Selain software SLiM, Antheneum, PustakaKu,SLS , ada yang baru lagi baru saya temukan program ini . Software ini bernama Library Like software ini dibuat dengan Visual basic 6 database MS Acces 2003 , Fitur lumayan lengkap Gan antara Lain:
  1. Daftar Anggota
  2. Daftar Pegawai
  3. Daftar Buku
  4. Sirkulasi Peminjaman Pengembalian
Software ini sangat cocok buat sekolah dasar (SD) simple dan mudah dipahami.
Silahkan langsug Download saja di SINI
Password RAR/Winrar : rahasia
Username danm Password Aplikasi : USER : admin Password : admin


Software Perpustakaan

Lowongan Job

 
© Copyright Ikatan Pustakawan Kota Pacitan | IPKP 2010 -2011 | Design by Rendra Pacitan | Published by Rendra Nogo-Ijo | Powered by Blogger.com.